Mengapa Tim Marketing Mulai Memperhatikan AI Visibility?
AI menjadi salah satu channel baru untuk menemukan brand. Pelajari mengapa tim marketing mulai memperhatikan AI Visibility dan bagaimana memantau kehadiran brand di berbagai platform AI.
Selama bertahun-tahun, tim marketing terbiasa mengukur keberhasilan pemasaran melalui berbagai metrik seperti traffic website, ranking Google, engagement media sosial, conversion rate, hingga performa iklan.
Namun, cara orang menemukan informasi mulai berubah.
Saat ini, seseorang tidak selalu membuka Google ketika ingin mencari produk atau menentukan pilihan. Mereka juga bisa langsung bertanya kepada AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, atau platform AI lainnya.
Misalnya:
“Apa software terbaik untuk mengelola project?”
“Rekomendasikan digital agency di Indonesia.”
“Apa platform AI yang bisa membantu bisnis meningkatkan visibility?”
Jawaban dari AI dapat berisi beberapa brand yang kemudian dipertimbangkan oleh pengguna.
Di sinilah AI Visibility mulai menjadi perhatian baru bagi tim marketing.
AI Menjadi Channel Baru untuk Menemukan Brand
Marketing pada dasarnya adalah tentang bagaimana sebuah brand ditemukan, dipertimbangkan, dan akhirnya dipilih oleh calon pelanggan.
Dulu, proses tersebut banyak terjadi melalui Google, media sosial, marketplace, iklan, atau rekomendasi dari orang lain.
Sekarang, AI mulai menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Ketika calon pelanggan bertanya kepada AI tentang suatu kebutuhan, AI dapat memberikan penjelasan, perbandingan, maupun rekomendasi.
Artinya, brand yang muncul dalam jawaban AI berpotensi mendapatkan perhatian dari calon pelanggan.
Ini bukan berarti AI akan menggantikan Google atau channel marketing lainnya.
Justru, AI menjadi channel tambahan yang perlu mulai dipahami oleh marketer.
Masalahnya: Brand Tidak Selalu Tahu Bagaimana AI Melihat Mereka
Salah satu tantangan terbesar adalah visibility di AI tidak selalu terlihat dari metrik marketing tradisional.
Sebuah perusahaan mungkin memiliki website dengan traffic yang tinggi dan ranking Google yang baik.
Tetapi ketika seseorang bertanya kepada AI:
“Apa perusahaan terbaik di bidang ini?”
Apakah brand tersebut ikut disebut?
Atau justru kompetitornya yang lebih sering muncul?
Dan ketika brand disebut, apakah AI memberikan informasi yang tepat mengenai bisnis tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mulai menjadi relevan bagi tim marketing.
Search Ranking Bukan Satu-Satunya Hal yang Perlu Dipantau
SEO tetap penting.
Ranking di mesin pencari masih dapat membantu website mendapatkan traffic dan menjangkau calon pelanggan.
Namun, AI Search memiliki cara interaksi yang berbeda.
Pengguna tidak hanya mengetik keyword, tetapi dapat memberikan pertanyaan yang jauh lebih panjang dan spesifik.
Contohnya, bukan hanya:
“CRM Indonesia”
Tetapi:
“Apa CRM yang cocok untuk perusahaan Indonesia dengan tim sales kecil?”
Dari pertanyaan tersebut, AI dapat menghasilkan beberapa rekomendasi berdasarkan konteks yang diberikan pengguna.
Karena itu, marketer mulai perlu melihat lebih luas dari sekadar ranking keyword.
Mereka juga perlu memahami bagaimana brand mereka muncul ketika orang mengajukan pertanyaan yang relevan dengan bisnisnya.
AI Visibility Membantu Melihat Perspektif dari Sisi AI
AI Visibility dapat membantu tim marketing menjawab pertanyaan yang sebelumnya sulit dipantau.
Misalnya:
- Apakah brand saya disebut oleh AI?
- Dalam pertanyaan seperti apa brand saya muncul?
- Bagaimana AI menjelaskan bisnis saya?
- Apakah kompetitor lebih sering direkomendasikan?
- Platform AI mana yang paling sering berinteraksi dengan website?
- Apakah visibility brand berubah dari waktu ke waktu?
Pertanyaan tersebut memberikan perspektif tambahan bagi marketer.
Bukan hanya “berapa banyak orang yang mengunjungi website?”, tetapi juga “bagaimana brand saya terlihat ketika orang bertanya kepada AI?”
Kompetitor Juga Mulai Menjadi Faktor
Marketing tidak hanya berbicara tentang brand sendiri.
Performa kompetitor juga penting.
Bayangkan seseorang bertanya kepada AI:
“Apa platform terbaik untuk kebutuhan X?”
AI mungkin memberikan lima rekomendasi.
Jika brand Anda tidak muncul sementara kompetitor muncul berulang kali, berarti ada sesuatu yang perlu diperhatikan.
Bukan berarti brand tersebut pasti lebih baik.
Namun, dari sudut pandang marketing, munculnya kompetitor dalam jawaban AI menunjukkan bahwa mereka sudah mendapatkan visibility pada channel tersebut.
Hal ini membuat pemantauan kompetitor di AI menjadi semakin relevan.
AI Visibility Bukan Tentang Mengontrol Jawaban AI
Ada satu hal penting yang perlu dipahami.
AI Visibility bukan berarti membuat AI selalu mengatakan sesuatu yang kita inginkan.
Jawaban AI dapat berubah berdasarkan pertanyaan, konteks, model AI, waktu, maupun informasi yang tersedia.
Karena itu, tujuan utama AI Visibility adalah memahami bagaimana brand terlihat di berbagai platform AI.
Dengan memahami kondisi tersebut, tim marketing dapat menemukan peluang, melihat perubahan, dan mengetahui bagaimana posisi brand dibandingkan kompetitor.
Ini membuat AI Visibility lebih tepat dipandang sebagai bagian dari aktivitas monitoring dan strategi marketing, bukan sebagai pengganti SEO.
AI Visibility Bisa Menjadi Bagian dari Marketing Analytics
Ke depannya, semakin banyak tim marketing yang kemungkinan akan melihat AI sebagai bagian dari ekosistem discovery.
Metrik seperti website traffic, search ranking, social media engagement, dan advertising performance tetap penting.
Namun, AI Visibility dapat menjadi lapisan tambahan.
Marketer dapat mulai memantau:
Brand → Search → Social → AI → Customer
Semakin banyak channel yang digunakan pelanggan untuk mencari informasi, semakin penting bagi brand untuk memahami bagaimana mereka terlihat di masing-masing channel tersebut.
Bagaimana Cara Memantau AI Visibility?
Melakukan pengecekan secara manual dengan bertanya kepada ChatGPT atau platform AI lainnya memang bisa menjadi langkah awal.
Namun, melakukan pengecekan satu per satu akan sulit jika dilakukan secara rutin.
Tim marketing membutuhkan cara yang lebih terstruktur untuk melihat:
- AI Mentions
- Prompt yang berkaitan dengan brand
- Aktivitas AI terhadap website
- Perbandingan visibility dengan kompetitor
- Perubahan visibility dari waktu ke waktu
Di sinilah platform AI Visibility dapat membantu.
Pantau AI Visibility dengan SpiderPrompt
SpiderPrompt membantu bisnis memahami bagaimana brand mereka terlihat di berbagai platform AI.
Dengan SpiderPrompt, tim marketing dapat memantau AI Analytics, melihat AI Mentions, melakukan Prompt Tracking, serta membandingkan AI Visibility dengan kompetitor melalui Brand Competitor.
Dengan begitu, AI tidak hanya menjadi sesuatu yang digunakan untuk membuat konten atau membantu pekerjaan marketing.
AI juga dapat menjadi channel yang perlu dipantau dan dipahami oleh tim marketing.
Karena ketika semakin banyak orang menggunakan AI untuk mencari informasi dan rekomendasi, pertanyaannya bukan lagi hanya:
“Apakah brand kita muncul di Google?”
Tetapi juga:
“Ketika pelanggan bertanya kepada AI, apakah brand kita ikut muncul?”
Pelajari lebih lanjut tentang AI Visibility dengan SpiderPrompt.